Kamis, 19 Januari 2012

WAWANCARA EKSKLUSIF HERNOWO DENGAN MUNIF CHATIB
TENTANG BUKU SEKOLAHNYA MANUSIA
1. Mas Munif, Anda baru saja meluncurkan buku pertama Anda yang berjudul Sekolahnya Manusia. Bagaimana perasaan Anda melihat produk Anda ini? Secara ringkas, apa yang ingin Anda sampaikan (bagikan) lewat Sekolahnya Manusia?
Jawab:
Perasaan saya tentunya senang dan lega, seperti bendungan air yang dibuka pintunya, terus air mengucur deras mengguyur tanah-tanah kering di bawahnya. Seperti itu perasaan saya. Dalam buku tersebut sebenarnya saya ingin menyampaikan sebuah kenyataan bahwa jutaan institusi yang bernama sekolah sudah tidak manusiawi lagi. Anak dipaksa oleh target-target tertentu yang tidak sesuai dengan kecerdasan dan bakatnya. Sehingga lahirlah jutaan siswa bodoh dan sedikit siswa yang pandai. Dalam ‘sekolahnya manusia’ tiba-tiba sekolah menjadi tempat yang nyaman buat para siswanya. Mereka menuangkan apa yang mereka ingin lakukan dan ingin capai. Ternyata dengan cara yang khas dan multiple semua siswa adalah cerdas. Banyak orang bilang, itu mustahil, namun dengan ‘sekolahnya manusia’ ternyata bukan hanya sekedar mimpi.

2. Apakah setelah berhasil melahirkan buku pertama ini, Anda kemudian memiliki keinginan untuk melahirkan buku kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya? Jika berkenan, apa saja topik-topik yang akan Anda tulis dan dijadikan buku?
Jawab;
Ya … sekolahnya manusia seperti gambaran seekor gajah. Pembaca yang membaca akan mengetahui ternyata gajah itu kakinya empat, telinganya lebar, belalainya panjang dan lain-lain. Tidak mungkin pembaca menyebutkan gajah itu punya sayap. Gambaran global (global analysis) itulah target dari buku sekolahnya manusia. Saya sudah mempersiapkan buku-beku berikutnya, yaitu lebih ‘task analysis’, artinya bagaiman sih detail kaki gajah, telinga gajah, mulut gajah. Atau bagaimana kalau gajah makan, lari, dan lain-lain. Buku kedua, saya ingin memaparkan bagaimana sebuah ‘special moment’ terjadi antara guru dan siswanya. Buku ke3 saya ingin mengulas apa yang terjadi pada siswa yang nakal dan bodoh di sebuah sekolah. Buku ke 4 saya ingin mengulas habis tentang kreatifitas guru sebagai tantangan buat teman-teman guru dalam profesionalitas. Dan seterusnya saya ingin menulis hal-hal yang fokus terkait dengan pembelajaran di sekolah. Saya pernah me-list rencana buku-buku selanjutnya, sampai hari ini sudah tersusun sekitar 125 judul buku, ‘subhanallah’ semoga diberikan kesehatan dan umur panjang.
3. Saya membaca di buku pertama Anda ini bahwa Anda dahulu adalah lulusan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang. Namun, kemudian Anda merasakan bahwa Anda lebih mantan mengajar atau menerjuni dunia pendidikan. Anda kemudian pun iku kuliah jarak jauh di Supercamp Oceanside California USA yang dipimpin Bobbi DePorter dan lulus dengan menduduki peringkat ke-5. Tolong ceritakan mengapa Anda lebih tertarik di dunia pendidikan?
Jawab:
Jujur, saya sebelumnya tidak tahu menahu dunia ‘hukum’. Saya masuk fakultas hukum hanya coba-coba saja, sebab waktu itu tidak ada informasi yang tepat tentang program jurusan apa yang sesuai dengan kecenderungan kecerdasan dan bakat saya. Saya sempat menangani beberapa kasus ketika lulus, namun tidak ada yang menang dan tuntas. Saya akhirnya introspeksi diri dan menemukan bahwa dunia saya buk an menjadi ‘pengacara’. Ketika mencoba jadi asisten dosen dan akhirnya menjadi dosen, saya merasa ‘AHA’ inilah dunia saya. Saya paling suka menyampaikan sesuatu yang rumit namun akhirnya menjadi mudah ditangkap oleh para mahasiswa saya. Apalagi setelah belajar tentang multiple intelligence, saya mencoba mengajar mulai dari tingkatan TK sampai perguruan tinggi. Dan akhirnya saya merasa ‘inilah dunia saya – I am a teacher’. Itu ketertarikan saya di dunia pendidikan yang mikro. Kalau yang makro, saya melihat kondisi pendidikan di Indonesia yang kecepatan untuk majunya rendah. Beda dengan negara-negara lain yang punya speed cepat. Saya melihat problemnya ada dua hal yang mendasar yaitu ‘sistem pendidikan’dan kualitas sdm guru. Pada saat banyak guru yang mau maju dan kreatif, mereka berhenti bahkan mundur karena ‘sistem’ yang memaksa itu. Setiap guru yang kreatif mempunyai tembok penghalang yang demikian kokoh untuk ditembus yaitu ‘sistem’.

http://munifchatib.wordpress.com
{Konsultan Islamic Boarding School Lazuardi Insan Kamil)

Munif Chatib, Mutiara dari Sidoarjo

Munif Chatib, Mutiara dari Sidoarjo

Pasti ada sesuatu yang istimewa sampai-sampai seorang Neno Warisman memberi julukan kepadanya ”Sang Mutiara dari Sidoarjo”.

”Alhamdulillah akhirnya saya bertemu dengan seseorang yang akan membawa paradigma baru pendidikan di negeri ini. Ayo Pak Munif … kita bersama untuk terus berupaya mencerdaskan bangsa yang tengah terpuruk di segala bidang ini …, ” ceramah Bunda Neno Warisman dengan semangat mengebu-gebu di SMP YIMI Gresik di depan 600 masyarakat Gresik tahun lalu.

Siapakah Munif Chatib? Bagaimana banyak orang terpana mendengar ide-ide barunya tentang pendidikan? Dan yang cukup mengejutkan, dengan tangan dinginnya mampu mendisain sebuah sekolah yang terbelakang dan bermutu rendah dalam waktu singkat berubah menjadi sekolah yang unggul dan mendapat kepercayaan masyarakat. Bagaimana kinerjanya sebagai Direktur Lembaga Pendidikan YIMI Gresik ini?

Ketertarikannya di dunia pendidikan di awali ketika masih di bangku SMA. Meskipun masih berstatus siswa kelas 3, beliau ikut membantu gurunya memberi bimbingan belajar kepada teman-temannya. Namun menurut bapak yang mempunyai seorang putri yang sudah duduk dikelas 1 SMP ini mengatakan bahwa, meskipun ia suka mengajar namun waktu itu tidak ada orang yang mengarahkan untuk jenjang S1 nya, sehingga beliau merasa salah jurusan.

“Saya masuk di fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang, dan tahun pertama saya seperti masuk ke dunia lain,” kenang bapak yang senang menulis puisi. Karena itulah beliau tidak begitu tertarik pada dunia hukum, seperti menjadi hakim, jaksa atau pengacara, meskipun profesi pengacara pernah dijalaninya pada tahun pertama kelulusannya menjadi sarjana hukum. Namun hatinya lebih mantap menjadi pengajar. Dan pada tahun 1992 sebelum diwisuda beliau dipercayakan untuk menjadi seorang asisten dosen di fakultas hukum sebuah universitas baru di Sidoarjo. Namun malang, hanya 1 bulan, beliau dikeluarkan dari kampus tersebut karena mengkritik dosennya dalam memberikan kuliah yang monoton dan menjemukan.

Pengalaman pertama bekerja dirasakan benar pada saat tahun 1993 bergabung dengan perusahaan asing di Jakarta selama dua tahun. Sempat memimpin sebuah lembaga pendidikan komputer dan bahasa Inggris di Jakarta, akhirnya diminta oleh Universitas Nasional Jakarta untuk menjadi pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Dan pada tahun 1998 sampai 1999 telah menyelesaikan studi dengan Distance Learning di Supercamp Oceanside California USA yang dipimpin oleh Bobby de Porter. Dari 73 lulusan alumni pertama tersebut, beliau menduduki rangking 5 dan satu-satunya lulusan dari Indonesia. Tesisnya, ”Islamic Quantum Learning”, cukup menggemparkan dan sampai sekarang dijadikan referensi yang diminati di Supercamp.

“Islamic Quantum Learning adalah kritik tentang penokohan fiktif yang dikembangkan oleh Bobby de Porter. Dan sepertinya saya menemukan hal yang luar biasa, yaitu ternyata mereka mengakui bahwa nilai-nilai Islam adalah nilai-nilai terbaik dalam penerapan penokohan dan character building yang diajarkan di sekolah-sekolah. Seperti seorang menimba air dari dalam sumur. Air sumur itu adalah nilai Islam dan mereka menyedotnya dengan mesin yang canggih. Sedangkan kita di Indonesia atau di sekolah-sekolah Islam mengambil air itu dengan timba bocor. Inilah kelemahan kita yaitu terletak pada metodologi,” ujar Munif Chatib yang selalu yakin bahwa sekolah Islam mestinya dapat menjadi sekolah terbaik dan unggul.

“Namun bagaimanapun juga saya harus berterima kasih kepada semua guru saya yang sudah memberikan banyak ilmu dengan metodologi yang canggih. Bobby de Poerter beserta teamnya, dan beberapa direktur stakeholder Supercamp, termasuk terima kasih saya kepada DR. Howard Gardner yang membimbing saya dalam menyelesaikan pekerjaan maha berat, yaitu Multiple Intelligence Research untuk diterapkan di Indonesia,” cerita Munif Chatib yang sampai tahun 2007 ini sudah menyelesaikan lebih dari 12.000 responden dalam melakukan Multiple Intelligence Research diberbagai kota di Indonesia.

Ada hal menarik dari intisari hasil belajarnya tersebut dan dikemas dalam sebuah rumus yang cukup mengagetkan banyak orang, yaitu sebuah rumus untuk sekolah unggul. Sekolah unggul menurut beliau adalah sekolah yang memandang tidak ada siswa yang bodoh dan semua siswanya merasakan tidak ada pelajaran satupun yang sulit.

“Coba anda bayangkan betapa cantiknya sebuah proses belajar dalam sebuah kelas apabila guru memandang semua siswanya pandai dan cerdas dan para siswanya merasakan semua pelajaran yang diajarkan mudah dan menarik. Kelas tersebut akan hidup. Keluar dari kelas tersebut, semua siswa mendapatkan pengalaman pertama yang luar biasa dan tak akan pernah lupa seumur hidup. Coba anda bayangkan … bila kelas seperti itu terjadi pada jutaan kelas di sekolah-sekolah di Indonesia. Pasti negara ini akan menjadi negara maju yang diperhitungkan oleh dunia,” kata Munif Chatib yang merasa banyak mendapat tantangan untuk mengangkat YIMI menjadi lembaga pendidikan unggul dan diperhitungkan di Gresik.

Menurut Munif Chatib, YIMI adalah tantangan terberatnya. “Alhamdulillah dengan kerjasama yang baik antara personel yayasan, kepala sekolah dan para guru, sekolah ini dalam waktu satu tahun cukup mendapat kepercayaan masyarakat. Ini adalah keberhasilan kolektif, ” ucapan syukur beliau.

Pesan yang cukup perlu diperhatikan dari seorang yang selalu bersemangat dalam bekerja ini adalah:

“Setiap sekolah dimanapun dengan kualitas apapun, para siswanya adalah amanah yang perlu dijaga. Dan orang yang paling bertanggungjawab adalah para guru. Sekolah unggul adalah sekolah yang mempunyai guru profesional. Dan penyelenggara sekolah yang profesional adalah yang selalu memikirkan kesejahteraan para gurunya.”

(http://munifchatib.wordpress.com)
www.sekolah-unggul.com

STRATEGI MENGAJAR MULTIPLE INTELLIGENCE UNTUK SEMUA JENJANG PENDIDIKAN

By Munif Chatib {Konsultan Islamic Boarding School Lazuardi Insan Kamil)

Beberapa pertanyaan masuk ke email saya tentang strategi mengajar. Intinya ada sebagian guru yang menganggap strategi mengajar multiple intelligence hanya cocok untuk jenjang TK dan SD, sedangkan SMP, SMA dan seterusnya sudah tidak cocok lagi. Saya sepertinya perlu meluruskan dan menjawab pertanyaan ini.

Pertama, istilah strategi multiple intelligence seperti yang saya tulis dibuku saya GURUNYA MANUSIA adalah seperti sebuah konteks yang luas. Apapun nama strateginya, saya berusaha menamakan itu strategi multiple intelligence. Contoh strategi sosio drama (role play) sah-sah saja saya masukkan dalam keluarga besar strategi multiple intelligence. Demikian juga kolaboarasi, service learning, simulasi, dan lain-lain. Bersama teman-teman guru yang kreatif, sudah terkumpul 200 lebih strategi mengajar yang kami namakan strategi multiple intelligences. Pernah seorang teman di kampus bertanya kepada saya untuk saya membuat definisi formal tentang srategi multiple intelligences. Saya katakan strategi multiple intelligences adalah strategi mengajar dalam sebuah proses belajar mengajar yang menitik beratkan pada kecocokan antara gaya mengajar guru dan gaya belajar siswa, sehingga tujuan pembelajaran tuntas. Istilah multiple intelligence saya pakai sebab untuk mengetahu gaya belajar seseorang itu bersumber pada kecerdasannya, yang saat ini diistilahkan multiple intelligences. Yang sering kurang dipahami, adalah pada saat guru memberikan tes kepada siswanya dalam bentuk apapun, tes formatif, sumatif, atau ujian akhir, sebenarnya aktivitas tersebut adalah sebuah strategi. Kami menamakan strategi ‘exercise’. Dan strategi exercise itu adalah salah satu dari ratusan strategi multiple intelligences.

Kedua, dalam buku saya GURUNYA MANUSIA dijelaskan bahwa, strategi mengajar itu mengandung unsur-unsur metode, prosedur aktivitas dari metode tersebut, yang di dalamnya ada istilah teknik dan trik, lalu terakhir adalah penilaian. Jadi ketika saya mengajar di jenjang TK saya memilih strategi SOSIO DRAMA atau roleplay, demikian juga saya mengajar SD kelas 5 menggunakan stategi yang sama. Ketika saya menggunakan strategi sosio drama itu ke jenjang SMP dan SMA, hasilnya luar biasa. Semua siswanya sangat antusias mengikuti proses belajar. Ketika saya mengunakan strategi sosio drama di kampus, para mahasiswa menyambutnya dengan dahsyat. Lalu apa yang membedakan strategi itu pada setiap jenjangnya? Pastilah pada unsure prosedur aktivitas dan penilaiannya. Saya berpendapat, teman-teman guru yang mengatakan bahwa strategi multiple intelligences hanya cocok untuk jenjang TK dan SD mungkin disebabkan kurang pahamnya terhadap ‘ruh’ strategi mengajar itu sendiri. Saya dulu juga terjebak kalau mengajar pada tingkat SMP, SMA dan perguruan tinggi, hanya menggunakan strategi tunggal yaitu metode ceramah. Padahal betapa banyak siswa dan mahasiswa yang mengantuk pada saat guru dan dosennya berceramah.

Ketiga, strategi multiple intelligence, apapun metodenya, menurut saya lebih banyak menggunakan pendekatan ‘student center’ yaitu siswa sebagai penerima informasi yang harus aktif dalam pembelajaran.

Jadi kesimpulannya, strategi mengajar multiple intelligence dengan metode apapun dapat dipraktekkan dalam semua jenjang pendidikan. Saya pernah berdiskusi dengan sekelompok guru yang getol tidak mau menerima strategi multiple intelligence untuk jenjang SMP ke atas, ternyata pada ujung diskusi, kita menyimpulkan kelompok guru tersebut adalah guru yang tidak mau repot, tidak kreatif, mereka hanya ingin mengambil gampangnya saja dalam mengajar, yaitu ‘berceramah’. Semoga semua guru terhidar dari jebakan kemalasan untuk kreatif. Semoga bisa membantu.
(http://munifchatib.wordpress.com)

www.sekolah-unggul.com

Jumat, 12 Agustus 2011

Kurikulum KTSP SMP LIK


A. Latar Belakang
Masa depan yang di dalamnya anak-anak kita akan hidup, diramalkan memiliki berbagai ciri; persaingan yang ketat; pergaulan global yang makin intens; perubahan-perubahan yang makin cepat di berbagai bidang kehidupan dengan segala permasalahannya; serta tantangan sekaligus kebutuhan kepada kehidupan keberagaman yang lebih bermoral.

Kurikulum KTSP yang disusun oleh Departemen Pendidikan Nasional telah membawa perubahan yang sangat besar pada pengembangan pendidikan di tanah air, Indonesia. KTSP, di samping sebagai pemandu, juga sebagai inspirator kepada seluruh tenaga pendidik untuk mengembangkan kreativitas guna menghadir pola pendidikan yang benar-benar membumi, kontekstual dan aktual.

Kurikulum yang sebelumnya (sebelum tahun 2004) menekankan kepada penjelajahan materi-materi pelajaran secara berlebihan dan bersifat satu arah. Akibatnya, bukan saja proses belajar - mengajar menjadi membosankan, potensi luar - biasa kreatifitas anak - didik pun banyak yang tersia-siakan. Belum lagi timbulnya akses-akses berupa kurangnya inisiatif, kelemahan kemampuan berekspresi dan kekurangakraban anak - didik kepada lingkungannya.

Hadirnya kurikulum KTSP ini benar-benar merupakan loncatan besar akan perubahan pendidikan di Indonesia pada masa-masa mendatang.

Didukung oleh personel-personel yang berpengalaman, berwawasan dan berdedikasi tinggi terhadap perkembangan dunia pendidikan, SMP Lazuardi Insan Kamil yang berada dibawah LPAB (Lembaga Pencerdasan Anak Bangsa) menawarkan sebuah alternatif pendidikan dasar di Indonesia yang tentu tetap mengacu pada visi dan misi yang diamanahkan oleh insitusi pendidikan di Indonesia.

Kurikulum KTSP SMP LIK

B. RASIONALISASI KURIKULUM
Kurikulum kami rancang berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang saat ini telah ditetapkan melalui Peraturan Menteri no 22 dan 23 menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dalam merancang kurikulum, lazuardi melakukan kajian mendalam dan sangat intens, mengingat mendesaknya keperluan untuk melaksanakan KTSP di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kami melakukan perubahan pada sebagian konten kurikulum, tanpa membuang makna kebutuhan kompetensi yang menjadi ruh kurikuum Indonesia saat ini. Kami menambah dan me-“ramping” - kan mata pelajaran atau materi-materi pelajaran tertentu yang dianggap masih kurang maupun yang berlebihan. Perampingan ini akan membuka ruang lebih besar bagi pembangkitan kreatifitas siswa. Sejalan dengan itu, kami berusaha meningkatkan kapasitas siswa untuk belajar aktif, nyaman dan efektif, baik di sekolah maupun di luar sekolah.

Yang tak kalah pentingnya, kami memberikan penekanan khusus pada pengajaran agama yang berorientasi pada budi pekerti serta pengembangan kemampuan berbahasa dan keterampilan di bidang teknologi informasi.

Sedangkan untuk mempersiapkan anak-anak kita dalam memenuhi era pergaulan global, sekolah menerapkan sistem Pengajaran bilingual penggunaan bahasa Inggris sebagai medium pengajaran, disamping bahasa Indonesia—dan pengakomodasian kurikulum Internasional. Lebih dari itu, sekolah juga mempromosikan pemahaman budaya bangsa-bangsa (International understanding).

Semua itu kami lengkapi dengan kegiatan ekstra dan ko-kurikuler yang akan meliputi kegiatan pengayaan komputer dan bahasa Inggris, musik, vokalia, melukis, scout (kepanduan), renang, beladiri serta fun lab.

Dalam menyelenggarakan kegiatannya, sekolah-sekolah ini berupaya keras memanfaatkan semua temuan mutakhir di bidang pendidikan seperti pendekatan Multiple Intelligances, Active Learning, dan Contextual Learning.

Kesemuanya itu diselenggarakan dalam suasana ramah, akrab lingkungan dan menyenangkan. Sebagai penunjang kurikulum, kami mengupayakan juga sarana-sarana seperti laboratorium komputer dan bahasa Inggris serta science lab.


Lebih dari itu, sekolah-sekolah ini tak akan segan-segan untuk memanfaatkan semua sarana modern yang bermanfaat lainnya seperti berbagai buku dan alat peraga modern, sarana audio visual dan teknologi komputer multimedia serta berbagai bentuk permainan edukatif dan wahana kegiatan dalam dan luar ruang (indoor dan outdoor activities), termasuk minifarm, minizoo dan sebagainya.

Dalam bidang kurikulum, SMP Lazuardi sedang mematangkan konsep pembelajaran yang sesuai untuk siswa- siawa SMP selama tiga tahun belajar dengan cara menambah atau mengurangi beban kurikulum yang akan dimasukkan dan/atau dikeluarkan dari kurikulum khas Lazuardi. Pengurangan beban kurikulum semata-mata dimaksudkan untuk mengurangi beban belajar yang seharusnya tidak ditanggung oleh siswa, sedangkan penambahan materi pada kurikulum dimaksudkan memberi pengayaan pengetahuan yang seharusnya dimiliki siswa namun tidak diakomodasi oleh kurikulum Nasional. Pengayaan kurikulum akan datang dari tempat yang beragam, baik nasional maupun internasional.

Selain menerapkan metoda-metoda mutakhir di bidang pendidikan, SMP Islam Lazuardi akan menerapkan pula pendekatan remedial untuk membantu siswa yang tertinggal dan memberikan enrichment bagi siswa yang memiliki kemampuan lebih.

Dalam proses pembelajaran, SMP yang didukung oleh program boarding akan menerapkan program dwibahasa (bilingual) yang dilakukan secara bertahap, sesuai dengan kesiapan siswa dan staf pengajar. Siswa dan guru akan diberikan pengajaran intensif dalam rangka mengejar target yang diinginkan dalam bilingual. Salah satu kegiatan yang sudah dan akan terus dilaksanakan adalah memberi pengayaan kepada guru dalam bentuk English Club oleh seorang native spiker. Sementara pengayaan dalam bentuk komunikasi, baik lisan maupun tulisan akan diberikan untuk siswa- siswa SMP yang akan dilakukan secara rutin dan intensif di asrama.

Rabu, 11 Mei 2011

SMP LIK SUKABUMI, Sekolahnya Manusia

By Munif Chatib

Mendisain Boarding School bukanlah hal yang mudah. Butuh ekstra kerja keras. Seorang sahabat pernah mengatakan kepada saya keberhasilan Boarding School dari berbagai sudut adalah 1:50, artinya di antara 50 boarding school, hanya satu yang berhasil. Ketika mendapat mandat, saya langsung belajar dan cari informasi sebanyak-banyaknya kepada sahabat-sahabat yang menyelenggarakan boarding school, sampai ke luar jawa sekalipun.

Dan benar, memang tantangannya sangat besar. Namun semua sahabat tahu, saya adalah orang suka tantangan. Dalam sebuah meeting, saya memberanikan diri mengurai detail banyaknya kegagalan boarding school. Baik dari sisi manajemen keuangan, komitmen dan kompetensi guru dan juga perilaku siswanya. Sampai-sampai banyak orangtua yang takut menyekolahkan anaknya untuk bersekolah di ‘boarding school.

Dari analisa tersebut, SMP LAZUARDI INSAN KAMIL di SUKABUMI mencoba menerapkan prinsip-prinsip boarding school, yaitu:


1. Jenjang yang paling tepat untuk boarding school adalah SMP, sebab di jenjang SMP sudah lepas dari GOLDEN AGE (usia emas) yaitu o – 9 tahun. Dalam usia emas, interaksi orangtua dan keluarga kepada anaknya harus mempunyai porsi yang besar.

2. Sekolah pondokan, cenderung tertutup dari masyarakat. SMP LIK sebalikya. Siswa malah harus terjun ke masyarakat. Mempelajari kondisi sosial sesuai dengan tema di kelas. Melakukan riset tentang problem sosial dan bagaimana cara penyelesainnya.

3. Menomor satukan pendidikan agama dan akhlak. Pendidikan Akhlak dikemas tersendiri menjadi bidang studi Character Building. Penuh simulasi dan praktek.

4. Life skill dipopulerkan. Para siswa mulai dikenalkan ‘entrepreneur ship’. Bagaimana memanfaatkan sebuah usaha dan produk agar bernilai dan bermanfaat.

5. Healty Life dikenalkan. Kebiasaan hidup sehat, yang berkaitan dengan memilih makanan dan minuman yang sehat dan halal. Menolak rokok dengan alasan kesehatan, bukan keterpaksaan.


Memang kami, SMP LIK SUKABUMI baru satu tahun eksis dengan 23 siswa laki-laki yang kami namakan EAGLE SQUAD atau PASUKAN ELANG. Tahun ajaran 2011 ini, kami menerima 2 kelas atau 50 siswa laki-laki. Besar harapan saya, sahabat yang kebingungan mencari sekolahnya manusia pada jenjang SMP, SMP LIK ini dapat dijadikan alternatif.

Mohon dukungan dan kerjasamanya. Dan terima kasih kepada wali murid siswa SMP LIK angkatan pertama atas dukungannya yang total kepada semua elemen sekolah. Sampai jumpa di SEKOLAHNYA MANUSIA.

SMP LIK Salabintana Sukabumi menerima pendaftaran:

Alamat Sekolah
Jl. Salabintana Km. 6 Kp. Nyangkokot Rt. 01/03 Ds. Karawang Kec. Sukabumi, Sukabumi 43151
Telp (0266) 6248274 atau
Hasan Mawardi : 0817109392
Fadhil : 0266 6248274
blog; http://www.lazuardiinsankamil.blogspot.com/
web: www.sekolah-unggul.com

Selasa, 10 Mei 2011

Ahmad Ja’far, Aku Ingin Jadi Pemain Basket Internasional

By Munif Chatib

Ketika pertama kali melihatnya, saya tersenyum dan Ja’farpun tersenyum. Ya dia murah senyum. Badannya kecil, mungkin paling kecil di antara EAGLE SQUAD SMP LIK SUKABUMI. Tapi Ja’far sangat gesit.

“Pak Munif, Sekolah di sini nyaman ya. Terus pelajarannya itu lho kog gampang-gampang ya he he he he..,” jawab Ja’far ketika saya tanya satu semester di SMP LIK SUKABUMI.


“Aku dulu ini suka berantem lho, padahal itu tinggal sama orangtua, herannya sekarang tinggal di pondokan, kumpul dengan teman-teman yang luar biasa, aku jadi jarang berantem. Dan yang paling membuatku kaget, aku dulu gak pernah mencuci piring sehabis makan. Di sekolah ini aku harus mencuci piring. Awalnya aku tidak mau, namun sekarang aku tahu, hal itu dilakukan agar aku mandiri. Alhamdulillah aku lebih mandiri sekarang.”

“Apalagi guru-gurunya enak diajak ngomong, seperti sahabat. Aku dan teman-teman kalau ingin nakal jadi sungkan rasanya. Aku dapat tugas kelompok yang hebat, yaitu GOTONG ROYONG MEMBUANG SAMPAH. Dan tugas individuku adalah MENGINGATKAN TEMAN AGAR LEBIH BAIK. Kayak ustad gitu he .. he .. he ...”

Ketika saya tanya, harapan atau keinginan apa yang Ja’far tulis di botol impian. Ja’far menjawab:

“Aku tulis ingin menjadi pemain basket internasional, tau gak biar badanku ini tinggi he he he.”

Ayo kejar impianmu Ja’far ... doaku dan doa kedua orangtuamu selalu menyelimuti setiap tarikan nafasmu.


SMP LIK Salabintana Sukabumi menerima pendaftaran:


Alamat Sekolah:

Jl. Salabintana Km. 6 Kp. Nyangkokot Rt. 01/03 Ds. Karawang Kec. Sukabumi, Sukabumi 43151.

Telp (0266) 6248274 atau

Hasan Mawardi : 0817109392

Fadhil : 0266 6248274

blog; http://www.lazuardiinsankamil.blogspot.com/

web: www.sekolah-unggul.com/www.lazuardiinsankamil.com